12 Tahun Satu Darah, Satu Hati : Tangis Haru Pecah di Ulang Tahun Persadan Kaban Sinursur Laulingga

KARO || Bukan sekadar perayaan ulang tahun. Yang terjadi di Bob’s Cafe & Kuliner, Jalan Pahlawan Kabanjahe, adalah pertemuan hati dari satu keturunan yang sudah 12 tahun berjalan bersama dalam suka dan duka.

Persadan Kaban Sinursur Laulingga genap berusia 12 tahun. Usia yang bagi sebuah persadaan bukan lagi usia muda. Sudah cukup untuk menguji seberapa kuat ikatan darah, seberapa tulus rasa persaudaraan, dan seberapa besar kerinduan untuk pulang ke satu nama yang sama: Kaban Sinursur Laulingga.

Di ruangan itu, tidak ada yang merasa paling tinggi. Yang ada hanya keluarga. Yang tua merangkul yang muda, yang jauh datang mendekat, yang lama tak bertemu akhirnya berpelukan.

“Kita Bersyukur Sudah 12 Tahun”

Ketua Persadan, Junaidi Kaban, dalam sambutannya tidak bisa menyembunyikan rasa syukur dan harunya.

“Kita bersyukur Persatuan Marga Kaban keturunan Laulingga sudah mencapai 12 tahun,” ucap Junaidi dengan suara penuh rasa kekeluargaan.

Ia mengakui, perjalanan 12 tahun ini bukan tanpa kekurangan. Ada salah paham, ada jarak, ada hal-hal yang belum sempurna. Tapi justru kekurangan itulah yang membuat persadan ini belajar untuk semakin dewasa.

“Dalam usia 12 tahun ini mungkin masih banyak kekurangan, ini akan menjadi evaluasi kita ke depan,” lanjutnya.

Kalimat itu disambut anggukan dan tepuk tangan. Karena semua yang hadir tahu, tidak ada keluarga yang sempurna. Yang ada hanya keluarga yang mau saling memperbaiki.

Petuah Orang Tua yang Bikin Merinding

Momen paling menyentuh terjadi saat orang tua kami, Bapak Datta Kaban, Bapak Emi Kaban dan Bapak Delvin Kaban berdiri memberikan petuah.

Mereka bukan lagi bicara sebagai tokoh, tapi sebagai bapak yang bicara kepada anak-anaknya.

Mereka berpesan agar anak-anak Kaban Sinursur Laulingga jangan pernah melupakan asal, jangan pernah malu dengan marganya, dan jangan pernah memutus tali persaudaraan hanya karena jarak, harta, atau perbedaan pendapat.

“Selama kita masih satu darah Laulingga, kita adalah satu keluarga. Jangan biarkan dunia membuat kita lupa satu sama lain,” pesan itu terasa begitu dalam dan membuat suasana hening.

Bagi banyak yang hadir, petuah itu bukan sekadar nasihat. Itu adalah warisan. Warisan yang tidak bisa dibeli dengan uang, tapi hanya bisa dijaga dengan hati.

Bukan Hanya Kumpul, Tapi Pulang

Ulang tahun ke-12 ini membuktikan satu hal: Persadan Kaban Sinursur Laulingga bukan sekadar organisasi marga. Ini adalah rumah.

Rumah tempat orang Kaban bisa pulang. Tempat yang dirindukan ketika berada di perantauan. Tempat di mana nama Laulingga disebut dengan bangga, bukan sekadar sebagai silsilah, tapi sebagai identitas.

Ada tawa, ada canda, ada cerita lama yang diulang lagi, ada foto bersama yang tak ingin diakhiri. Semua bercampur menjadi satu suasana yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan oleh mereka yang hadir.

Dan di akhir acara, semua pulang dengan satu tekad yang sama: 12 tahun sudah kita lalui bersama. Tahun-tahun berikutnya, kita harus lebih solid, lebih kompak, dan lebih saling menjaga.

Karena bagi Kaban Sinursur Laulingga, kekeluargaan bukan hanya tema acara. Kekeluargaan adalah darah yang mengalir dalam setiap anggotanya.

Selamat Ulang Tahun ke-12, Persadan Kaban Sinursur Laulingga. Tetap Satu Darah, Satu Hati, Satu Keluarga,..!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top